Ada Sentimen Suku Bunga BI dan The Fed Selama Sepekan, IPOT Rekomendasikan 3 Saham

oleh -10 Dilihat
oleh
ada sentimen suku bunga bi dan the fed selama sepekan ipot rekomendasikan 3 saham 8952631

bacadisini.web.id.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,42% menjadi 7.328 pada akhir perdagangan pekan lalu, Jumat 15 Maret 2024.  Community Lead Indo Premier Securitas (IPOT) Angga Septianus mengatakan pelemahan IHSG ditopang oleh sektor IDXENERGY dan IDXFINANCE, sedangkan yang paling merugi adalah sektor IDXTRANS dan IDXNONCYC. Ada beberapa sentimen yang mempengaruhi rasio IHSG pada pekan lalu, seperti data ekonomi Amerika Serikat (AS), neraca perdagangan Februari, IHSG, dan rekor tertinggi baru sepanjang masa (ATH) bisnis luar negeri. Kita. Data ekonomi yang mempengaruhi IHSG adalah Amerika Serikat. Inflasi naik 0,1% menjadi 3,2% YoY atau bulan sebelumnya, sedangkan konsensusnya adalah 3,1%.  Kemudian, indeks harga produsen (PPI) AS naik 0,6% MoM di Februari 2024, atau lebih dari konsensus sebesar 0,3%, sedangkan penjualan ritel AS naik 0,6% MoM di Februari 2024, namun masih di bawah 0,8%. Sedangkan untuk neraca perdagangan bulan Februari tercatat surplus sebesar $0,87 miliar, menandai surplus selama 46 bulan berturut-turut. Surplus terjadi karena nilai ekspor melebihi impor. Nilai ekspor sebesar 19,31 miliar dollar AS dan nilai impor sebesar 18,44 miliar dollar AS. Mengenai IHSG yang baru sepanjang masa tertinggi pada minggu lalu, IHSG mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa di 7.454 pada hari Kamis, 14 Maret 2024, pada hari Kamis, 14 Maret 2024, karena dorongan saham perbankan karena sentimen dividen dari bank-bank besar BBRI , BBCA, BBNI dan BMRI. Senin (18/3/2024) dikutip dalam siaran persnya, kata Angga. Aliran dana asing turut menyumbang sentimen yang sedikit fluktuatif pada IHSG selama 3 hari perdagangan. Kamis dalam menyeimbangkan net buy FTSE sebesar Rp 1,8 triliun dan penjualan bersih sebesar Rp 1,6 triliun. Selain itu, dividen BBRI dan BBNI hari sebelumnya juga turut menyumbang arus keluar asing.  

Berbicara mengenai prospek pasar pekan ini, 18-22 Maret 2024, Angga meminta para pedagang fokus pada sentimen suku bunga BI dan The Fed serta jadwal ex-dividen BMRI dan dividen BBCA.

Angga menjelaskan, BI rate akan dipertahankan pada level 6,00% pada 1H 2024 dan penurunannya baru akan terjadi pada 2H 2024 sesuai bauran kebijakan moneter yang diterapkan BI untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupee dan menarik arus masuk modal. Suku bunga FED diperkirakan tidak akan berubah pada bulan Juni atau Juli 2024 karena data inflasi yang belum mencapai target The Fed sebesar 2%.

Sebagai salah satu saham IHSG dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat, dividen lama BMRI pasti akan mempengaruhi bisnis IHSG dan bisa menyeretnya turun, ujarnya.

“Imbal hasil dividen BMRI sekitar 4,7%, sekitar 5%, dan bisa saja turun ke persentase tersebut tadi. Jadwal dividen BBCA patut diwaspadai karena menjadi isyarat bagi investor untuk menjual sahamnya di kemudian hari,” tutupnya.

Penafian: Semua keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis saham sebelum membeli dan menjualnya. bacadisini.web.id.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Sebelumnya diberitakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan 13-15 Maret 2024. Koreksi IHSG terjadi di tengah pembelian saham investor asing yang mencapai Rp 7,39 triliun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Sabtu (16/3/2024), IHSG turun 0,73 persen menjadi 7.328,05 dari level pekan lalu di 7.381,90. IHSG Melambat Setelah pekan lalu turun 1,19 persen dari Rp 11.820 triliun menjadi Rp 11.690 triliun, IHSG

Selain itu, rata-rata volume perdagangan harian turun 4,94 persen dari 19,65 miliar lembar saham menjadi 18,68 miliar lembar saham. Investor asing menjual saham senilai Rp 1,5 triliun pada Jumat 15 Maret 2024. Namun investor asing memborong saham senilai Rp 7,39 triliun sepanjang sepekan.

Sementara pada minggu ini, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 63,45 persen menjadi Rp17,12 triliun dari akhir pekan lalu Rp10,47 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi selama sepekan meningkat 2,07 persen menjadi 1.233 ribu transaksi dari minggu lalu 1.208 ribu transaksi.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicakshana mengatakan, bisnis IHSG pekan ini dipengaruhi oleh harga komoditas dan pengumuman dividen yang dilakukan emiten perbankan. Ia mengatakan, bisnis IHSG juga terdampak oleh sentimen bursa saham global yang mendorong imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun menjadi 4,3 persen.

 

Selain itu, BEI menyebutkan, untuk meningkatkan aktivitas investor pada produk exchange-traded fund (ETF) dan Structured Waran di pasar modal Indonesia, PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT. Kustodian Central Securities Indonesia (KSEI) dan PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan IDX Investor Reward Program 2024.

Melalui program ini, investor yang aktif memperdagangkan ETF dan waran terstruktur antara tanggal 15 Maret hingga 15 September 2024 akan mendapatkan imbalan. Semakin aktif investor bertransaksi, semakin besar pula kesempatan memenangkan total Rp 250 juta dan berbagai hadiah. Hadiah paling menarik.

Untuk mengikuti program ini, investor harus memperdagangkan ETF dan waran terstruktur melalui 19 perusahaan sekuritas yang berpartisipasi dalam program ini. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat dilihat dengan mengikuti media sosial resmi BEI dan mengunjungi website BEI di http://bit.ly/IRP2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.