Siswa SD Naik Perahu Terjang Sungai Deras, Pemerintah Jambi Dituding Masa Bodoh

oleh -7 Dilihat
oleh
siswa sd naik perahu terjang sungai deras pemerintah jambi dituding masa bodoh 03c1d7f

Zambi – Kondisi siswa Sekolah Dasar (SD) di Dusun Muro Lepat, Desa Datuk Nan Duo, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Zambi sangat memprihatinkan. Untuk mengenyam pendidikan, mereka memutuskan bersekolah dengan menggunakan perahu menyeberangi sungai yang deras dan dalam

Saat dikonfirmasi, Tokoh Masyarakat Dusun Muaro Lept Syafi Masri membenarkan, bahkan anak-anak di desanya, hingga tingkat TK, SD, SMP, dan SMA, menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai yang deras dan dalam seperti yang dilakukan generasi Indonesia

Menurutnya, hal tersebut terpaksa dilakukan para pelajar karena pemerintah Zambia belum membangun jembatan akses antara Dusun Muaro Lepat, Desa Datuk Nan Duo, dan Desa Padang Jering.

“Di mana fokus pemerintah Zambia dan pemerintah daerah? Mereka bisa berhenti di situ saja,” ujarnya.

Syafi mengungkapkan, warga kedua desa tersebut mengusulkan pembangunan jembatan yang menghubungkan desanya, yakni Desa Datuk Nan Duo dan Desa Padang Jering.

Namun, Syafi mengatakan jembatan tersebut baru dibangun oleh pemerintah federal atau pemerintah Zambia atau PUPR pada tahun 2023.

“Sudah puluhan tahun tidak ada jembatan yang dibangun PUPR, meski dipresentasikan setiap tahun saat Musrambang dan selalu diukur PUPR, namun tidak ada jembatan yang dibangun,” ujarnya.

Safi mengatakan, jumlah kepala keluarga di Dusun Muaro Lapt berjumlah 17 orang, sedangkan jumlah siswa laki-laki dan perempuan yang bersekolah sebanyak 20 orang, TK 11 orang, SD 11 orang, SMP 2 orang, dan SMA 2 orang dan 2 orang. . kuliah dan mereka semua menyeberangi sungai menggunakan perahu karena lebih dekat ke desa Padang Jering dibandingkan desa yaitu desa Datuk Nan Duy.

“Setiap pagi para pelajar TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi selalu menyeberangi sungai dan jika sungai penuh para siswa tidak masuk sekolah dan pihak sekolah di Padang Jering memahami hal itu meski mereka bolos. Dia mengklarifikasi, siswa sekolah tersebut siap hadir.

Sedangkan alasan siswa Dusun Muaro Lept lebih memilih sekolah di Desa Padang Jering karena letak sekolah di Desa Datuk Nan Duo jauh. Sehingga mereka lebih memilih naik perahu menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah di desa Padang Jering

“Saya juga begitu, kalau dulu mau menyebrangi sungai untuk berangkat sekolah. Tapi di zaman serba modern dan modern seperti sekarang, jembatan tidak dibangun malah pemerintah mengizinkan yang tidak pernah dibangun,” ujarnya. Pengembangan pendidikan vokasi industri cat melalui SMK mitra industri teknologi cat MM2100 juga didukung oleh industri cat dengan mata kuliah yang dirancang oleh para ahli cat dan staf pengajar dari Asosiasi Produsen Cat Indonesia (APCI). bacadisini.web.id.co.id 5 Juli 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.