Peneliti BRIN Garap Dua Proyek Nuklir pada 2024

oleh -11 Dilihat
oleh
peneliti brin garap dua proyek nuklir pada 2024 77c17f6

bacadisini.web.id.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN) memutuskan untuk melaksanakan dua proyek pembangkit listrik tenaga nuklir pada tahun 2024. Proyek tersebut adalah penguatan kecepatan nuklir dan teknologi reaktor.

“Kami bekerja sama dengan Institut Teknologi Nuklir dan Energi (INET) Universitas Tsinghua,” Rohadi Awaludin, Kepala Departemen Riset Energi Nuklir BRIN, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

 

BRIN saat ini sedang mengembangkan Accelerated System (ADS) untuk mengolah radioisotop. Akselerasi memegang peranan penting dalam pengelolaan limbah radioaktif dari reaktor nuklir. Proyek produksi radioisotop difokuskan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di Serpong, Kota Tangerang di selatan, Provinsi Banten.

 

“Kami fokus pada produksi radio yang kini banyak diminati di dalam negeri,” kata Rohadi. Pada tahun 2024, BRIN bersama mitra internasional akan mulai merancang rudal kecil (SMR) generasi keempat.

Reaktor modular kecil merupakan reaktor fisi yang lebih kecil dibandingkan reaktor konvensional. Teknologi ini memiliki biaya investasi yang rendah dan fleksibel dalam hal pengoperasian dan pemeliharaan. Sehingga dapat mendukung ketahanan energi nasional di Indonesia yang berbasis negara kepulauan.

Rohadi mengatakan reaktor generasi keempat ini sangat aman karena mampu mendinginkan gas dan mampu menahan suhu hingga 2.000 derajat Celcius sehingga tidak ada risiko bahan bakar meleleh akibat suhu tinggi.

 

Reaksi generasi keempat aman. Kami masih dalam tahap awal pengembangan, kata Rohadi.

 

Pada tahun 2023 BRIN memiliki 2.388 judul penelitian peneliti dengan hasil 1.217. Hasil terbanyak adalah kelestarian lingkungan hidup sebanyak 266 penelitian, isu energi sebanyak 220 penelitian, industri makanan sebanyak 218 penelitian, dan integritas kesehatan sebanyak 156 penelitian.

Direktur BRIN Laksana Tri Handoko menambahkan, pihaknya fokus pada penelitian energi sejalan dengan visi pembangunan negara guna mencapai kemandirian energi berkelanjutan, salah satunya energi nuklir. Tujuan pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber listrik adalah untuk menggantikan bahan bakar fosil sehingga Indonesia dapat memenuhi target emisi karbon pada tahun 2060.

 

Melalui Otoritas Listrik Umum (PLN), pemerintah menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 200 megawatt dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2032.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.