Minta Restu Leluhur Dayak, Pembangunan IKN Gelar Ritual Adat

oleh -8 Dilihat
oleh
minta restu leluhur dayak pembangunan ikn gelar ritual adat edb806e

bacadisini.web.id.com, Jakarta. Sebagai titipan nenek moyang agar perkembangan IKN di tanah Kalimantan berjalan lancar dan aman.

Dalam pelaksanaannya, ritual tahun 2024 ini berlangsung selama dua hari, yakni pembukaan pada Sabtu (11/5/2024) dan penutupan pada Minggu (12/5/2024).

Ketua Otorita IKN Bambang Susantuno mengungkapkan, sudah menjadi tradisi masyarakat Dayak untuk meminta izin kepada nenek moyang sebelum membangun desa atau bangunan di atas tanahnya, dalam hal ini sebagai ibu kota baru IKN Indonesia yang ia dirikan. dibuat di wilayah Kalimantan Timur.

“Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Dayak dan warga Pasar bahwa setiap datang bangunan baru atau desa baru, mereka mengadakan ritual. Ritual adat ini dianggap sebagai cara untuk meminta izin kepada roh nenek moyang. Selain ritual adat itu mereka bisa terhindar dari musibah,” ujarnya, Sabtu (11/5/2024).

Bambang menambahkan, pelaksanaan ritual adat ini merupakan wujud kerja sama otoritas IKN dengan masyarakat dan lembaga adat untuk melestarikan adat istiadat setempat.

Harapannya dengan kegiatan ini akan tercipta hubungan yang harmonis antara pengurus IKN dengan masyarakat dan lembaga adat serta membantu dalam pembangunan IKN. Hal ini merupakan komitmen masyarakat dan lembaga adat untuk ikut serta dalam pembangunan komunal. .. adat istiadat tradisional

Selain melaksanakan kegiatan ritual adat sebagai upaya melestarikan budaya lokal, pengurus IKN juga melakukan pelestarian budaya melalui dua cara, yaitu pengalaman budaya dan pengetahuan budaya.

“Kebudayaan dialami melalui berbagai kegiatan seperti ritual adat yang masih dilakukan hingga saat ini, kemudian perlombaan olah raga tradisional seperti sumpit yang merupakan salah satu unsur pemaju kebudayaan dan menampilkan seni, kegiatan formal seperti tari,” ujarnya.

“Kesadaran budaya melalui berbagai kegiatan seperti temu budaya, focus group diskusi pengembangan budaya (FGD), penyusunan rencana induk budaya dan pengembangan museum hidup,” jelas Bambang Susantono.

 

Aleemuddin, selaku Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otoritas IKN menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan upaya Otoritas IKN untuk memenuhi harapan pemangku adat dan melestarikan budaya lokal.

“Terkait dukungan pembangunan yang ada di IKN saat ini, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh warga setempat. OIKN mengapresiasi keinginan masyarakat adat Dayak untuk melestarikan tradisi adat yang telah lama ada. Kami merasa berkewajiban untuk memfasilitasi kegiatan bersejarah ini,” dia berkata.

Terdapat 12 lembaga dan komunitas adat yang mengikuti kegiatan ritual adat tahun 2024 tersebut, antara lain Suku Pasar, Suku Balk, dan Suku Dayak dengan subsuku seperti Tonui Benwaaq, Bahau Busang, Bahau Sak, Ahang Suputan Bukit, Bentin, Kayan Mahakam, Mudang, Lundiye dan Kenya.

Sekadar informasi, pada upacara adat tahun 2024 ini akan banyak ditampilkan upacara penutup dan kesenian tradisional, seperti penutupan rombongan Bobak Kasai (Tepong Tawar), sekaligus penyambutan kedatangan Ketua OIKN, Tari Aji, Pasir. Tari Balak Ronggang, Tari Talandak, dll.

Otoritas IKN menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Bertujuan untuk mempercepat penurunan stunting, serta pelaksanaan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (KB) di Ibu Kota Kepulauan (IKN).

Ketua Otoritas IKN Bambang Susantono menegaskan, IKN Nusantara harus menjadi contoh bagi Indonesia.

“Ini bukan sekadar MoU, tapi langkah konkrit kita membangun komunitas di IKN nusantara yang bisa menjadi teladan bagi Indonesia. Yang tak kalah penting, kita mengarahkan tenaga-tenaga di wilayah IKN. Kualitas sumber dayanya harus ditingkatkan.

Senada dengan BKKBN Hasto Hasto Verdavyu yang berbicara mengenai reproduksi manusia dan pencegahan stunting di wilayah IKN.

“Kualitas SDM harus kita sama-sama jaga, apalagi pesan presiden bahwa stunting harus benar-benar diturunkan agar IKN bisa menjadi model untuk tidak melahirkan stunting baru,” kata Histo.

“Di wilayah sekitar Penajam Pasar Utara dan IKN setiap 1.000 penduduk datang sekitar 16 orang setiap tahunnya. Jadi kalau jumlah penduduknya sekitar 200.000 jiwa maka pengurus IKN harus menjaga 3.200 kelahiran per tahun agar angka kelahiran tidak nol. stunting,” katanya.

 

Selain itu, dia mengatakan setiap warga yang berencana menikah harus lulus tes terlebih dahulu.

“Kalau ada yang mau nikah di sekitar IKN harus diperiksa, harus dicek Hb (hemoglobin), tinggi badan, berat badannya. Tapi sekitar 25% risikonya tinggi. Ya, jadi mungkin ada 3.200 kelahiran. Dari 1.600 perempuan muda yang menikah, “hanya sekitar 320 setiap tahunnya yang berisiko tinggi, sangat kurus atau berdarah,” jelasnya.

“Dengan demikian, profil SDM di sekitar IKN bisa dikembangkan secara desain, sehingga kita bisa memastikan mereka yang sehat di IKN memiliki aturan yang ketat,” tambah Histo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.