KemenPPPPA: Pustakawan dan SDM Taman Bacaan Perlu Memahami Hak Anak

oleh -7 Dilihat
oleh
kemenppppa pustakawan dan sdm taman bacaan perlu memahami hak anak 9c1f3d9

bacadisini.web.id.com, Jakarta Anak-anak harus dibekali literasi yang lebih baik, karena hal ini menjadi landasan pembentukan generasi terampil di era globalisasi.

Literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan mengelola informasi dengan baik.

Peningkatan literasi anak erat kaitannya dengan pemenuhan hak anak atas informasi yang relevan. Mereka membutuhkan bantuan untuk memenuhi haknya untuk mendapatkan informasi yang memadai, yang juga berdampak pada pertumbuhan literasi.

Oleh karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menggagas kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Departemen Kepegawaian (SDM) pengelola Pusat Informasi Teman Anak (PISA).

“KemenPPPA berupaya memastikan setiap anak mempunyai akses yang sama terhadap informasi penting yang mendukung perkembangan dan perlindungan mereka secara layak,” kata Anggota Parlemen Hak Anak Pribudiarta Nur Sitepu dalam siaran persnya (22/06/2024).

Oleh karena itu, kami memberikan bimbingan teknis kepada pimpinan dan pengelola Taman Komunitas Baca Ramah Anak atau Taman Bacaan Masyarakat Pusat Informasi Anak (PISA) di wilayah yang memenuhi standar ramah anak, tambahnya.

Petunjuk teknis ini diharapkan menjadi wadah bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan mendalam mengenai hak-hak anak, perlindungan anak, dan psikologi anak. Selain meningkatkan kualitas layanan informasi ramah anak di berbagai pusat informasi, perpustakaan, taman baca masyarakat, dan pojok baca di seluruh Indonesia.

Pribudiarta menambahkan, peserta akan belajar tentang perlindungan anak, kode etik bekerja dengan anak, dan strategi pengembangan program digital.

Dengan cara ini, pustakawan dan peserta lainnya dapat berkontribusi secara signifikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

Dia berharap anak-anak akan semakin menikmati mengunjungi perpustakaan dan taman baca komunitas. Dan meningkatkan minat membaca.

“Meningkatnya kecintaan anak terhadap membaca berpengaruh pada pertumbuhan literasi anak”, ujarnya.

Selain itu, Pribudiarta memaparkan konsep Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA). Menurutnya, konsep tersebut dikembangkan KemenPPPA sebagai komitmen pemerintah untuk membantu anak-anak dengan informasi penting. Diantara kemajuan teknologi informasi, hal ini dapat meningkatkan risiko anak mengakses informasi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya.

PISA dikembangkan dari layanan informasi yang sudah ada seperti perpustakaan dan taman baca masyarakat. Sejak tahun 2021, KemenPPPA telah melakukan proses standardisasi agar organisasi penyedia layanan informasi menjadi PISA.

Selain organisasi layanan informasi, Kementerian PPPA juga menetapkan standar bagi tenaga pengelola layanan informasi, termasuk pustakawan dan pengelola taman bacaan.

Pada tahun 2023, 123 manajer PISA akan menerima sertifikasi ramah anak dan 125 calon staf sedang dalam proses sertifikasi.

KemenPPPA telah menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusna) dalam pengembangan layanan PISA. Tujuannya untuk memenuhi hak anak atas Informasi Layak Anak (CLI) yang juga meningkatkan minat membaca dan literasi.

Di era informasi yang kompleks saat ini, peningkatan literasi sangat penting untuk menyaring informasi dengan baik dan memberikan akses yang berguna bagi tumbuh kembang anak.

Adin Bondar, Wakil Direktur Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, mengatakan Perpustakaan Nasional menawarkan akses layanan paket informasi dan buku audio melalui berbagai saluran digital. Termasuk iPusnas dan situs resmi Perpustakaan Nasional.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan kognitif dan karakter anak sejak dini, mencegah gizi buruk dan stunting, serta membekali orang tua dengan kecakapan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.