IPO Dunia Virtual Online Catat Kelebihan Permintaan 17,5 Kali

oleh -9 Dilihat
oleh
ipo dunia virtual online catat kelebihan permintaan 17 5 kali 8449f7f

bacadisini.web.id.com, Jakarta – PT Dunia Virtual Online Tbk pada Senin 1 April 2024 resmi mencatatkan saham pertamanya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham AREA, menjadi emiten ke-20 yang terdaftar pada tahun 2024.

Sebelumnya, Dunia Virtual Online telah menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO). Dalam transaksi ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 510 juta saham dengan harga jual Rp 131.

Animo masyarakat terlihat pada penawaran umum saham AREA yang digelar pada 21-27 Maret 2024. Alhasil, total saham IPO AREA mengalami kelebihan permintaan atau pemesanan sebanyak 17,5 kali.

AREA mencatat nilai pesanan yang diterima selama lelang mencapai 1,1 triliun dolar. Sedangkan target pendanaan IPO AREA sebesar $66,81 miliar.

“Melalui IPO ini, kami ingin terus memberikan dampak positif, kami ingin terus meningkatkan layanan yang tumbuh lebih agresif di sektor data center Indonesia. Presiden Direktur PT Dunia Virtual Online Tbk Michael Alifen mengatakan dalam keterangan resmi, Senin ( 1/4/2024) bahwa mereka yang bergerak di industri ini terdapat perusahaan-perusahaan terkemuka di dalam negeri.

Michael mengatakan IPO ini merupakan momen penting bagi perseroan. Alasannya adalah pentingnya masyarakat modern, munculnya barang dan jasa baru yang meningkatkan daya saing Internet didasarkan pada peningkatan masyarakat.

Salah satu trennya adalah peningkatan jumlah perusahaan startup. Berdasarkan data Startup Ranking, jumlah perusahaan startup di Indonesia per 14 Juni 2023 mencapai 2.482 perusahaan dan menempatkan Indonesia pada peringkat keenam dunia.

 

 

 

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJIl) mengumumkan jumlah pengguna Internet di Indonesia akan mencapai 221.563.479 orang pada tahun 2024, dari total 278.696.200 penduduk Indonesia pada tahun 2023 atau sebesar 79,5%.

Perseroan mengantisipasi tingkat penetrasi internet di Indonesia akan terus tumbuh seiring dengan kebijakan ekonomi digital pemerintah.

“Seiring tren pengguna ICT yang meningkat maka diperlukan peran infrastruktur pendukung seperti data center, hal ini menjadi peluang bagi pertumbuhan perusahaan,” ujarnya.

Menurut Michael, data center adalah ruangan yang dirancang khusus untuk menyimpan server komputer, data, dan informasi bisnis perusahaan yang terhubung ke jaringan Internet. Michael mengatakan, setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 64,17% dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal dan sekitar 35,83% untuk modal kerja.

 

Selain itu, perusahaan kini memiliki fasilitas tingkat 3 yang terakreditasi dengan standar ANSI/TIA 942-B untuk cakupan arsitektur, telekomunikasi, kelistrikan, dan mekanik.

“Kami memiliki rekam jejak yang baik sebagai perusahaan data center. Saat ini perseroan memiliki tiga fasilitas data center di tiga lokasi berbeda, yaitu AREA31 Cimanggis, AREA31 Cyber ​​Gedung 1, dan AREA31 Gedung TIFA I dan I yang full power supply. menjadi 25 MW,” kata Michael.

Kegiatan usaha perusahaan saat ini meliputi kolokasi rak, sangkar aman, ruang data, fasilitas teleportasi, dan layanan penyewaan ruang kantor.

Sementara dari sisi kinerja, berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir September 2023, perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar Rp30,93 miliar atau 47,94%. Tidak hanya itu, perusahaan telah memperoleh keuntungan sebesar 1,85 miliar birr untuk saat ini.

Laba tersebut meningkat 12,54% dibandingkan laba September 2023 sebesar Rp 1,64 miliar. Dari segi aset, perusahaan memiliki Per 30 September 2023 tercatat sebesar Rp 221,08 miliar, naik dari Rp 167,63 miliar pada akhir tahun 2022.

Sebelumnya diberitakan, saham PT Dunia Virtual Online Tbk akan segera dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin 1 April 2023. Perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan ke-20 yang listing di bursa pada tahun 2024.

Jika mengacu pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, saham perseroan diperdagangkan dengan kode FIELD. PT Dunia Virtual Online TBIC telah mencatatkan saham di papan pengembangan dan total 510 juta saham telah ditawarkan kepada publik dengan harga Rp75 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya adalah 20,08 dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca IPO.

PT Dunia Virtual Online Tbk mematok harga IPO sebesar Rp 131 per saham. Oleh karena itu, perseroan akan mengantongi dana segar sebesar 66,81 miliar birr dari IPO. Skema tersebut memperkirakan sekitar 64,17 persen dana IPO akan dialokasikan untuk pengembangan usaha melalui belanja modal. Rinciannya, 50,44% digunakan untuk melengkapi Balai Data 2 dan Balai Data 3 di AREA31 Cimanggis.

Kemudian 24,78% digunakan untuk menambah kapasitas listrik, dan sekitar 24,78% digunakan untuk menambah kapasitas pendinginan pada area yang sama. Sisa dana IPO sebesar 35,83 persen akan digunakan untuk modal kegiatan operasional perseroan secara keseluruhan. Secara rinci, sebagian besar peralatan MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing) digunakan untuk pemeliharaan.

 

Sisanya digunakan sebagai modal untuk pekerjaan pemeliharaan gedung. Pasca IPO, perseroan berencana membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebanyak-banyaknya 20 persen dari laba bersih tahun buku berjalan.

Mulai tahun buku 2027, tanpa mengabaikan status kesehatan perusahaan. Rekomendasi dari direksi diikuti untuk menentukan waktu, jumlah dan jenis pembayaran dividen, namun belum ada kepastian apakah perseroan dapat membagikan dividen di setiap neraca.

Keputusan dividen bergantung pada persetujuan manajemen yang mempertimbangkan banyak faktor. Antara lain prospek pendapatan dan arus kas Perseroan, prakiraan keuangan Perseroan dan kebutuhan modal kerja, prospek usaha Perseroan, belanja modal dan rencana investasi lainnya serta rencana investasi dan pendorong pertumbuhan lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.