Simulator DCS, Teknologi Canggih Milik TNI AL untuk Atasi Kebocoran Kapal

oleh -12 Dilihat
oleh
simulator dcs teknologi canggih milik tni al untuk atasi kebocoran kapal 437f417

SURABAYA – Teknologi Meteksan Damage Control Simulator (DCS) merupakan sistem pelatihan maritim canggih yang dirancang untuk melatih para pelaut dalam merespons keadaan darurat di laut.

“Dan kini TNI AL sudah punya simulator pengendalian kerusakan, kepercayaan diri angkatan laut. Indonesia bisa lebih percaya diri dalam operasi maritimnya, dan bisa menangani insiden, segala macam keadaan darurat dengan lebih cepat. panel.”

Demikian disampaikan Panglima Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di hadapan panel media usai meresmikan gedung Damage Control Simulator (DCS) di Balai Latihan Angkatan Laut II (Kolat), Surabaya, Sabtu (24/02).

Kasal menjelaskan, tantangan yang ia khawatirkan selama berada di laut adalah darurat tumpahan dan kebakaran. Dengan adanya fasilitas simulasi ini diharapkan seluruh prajurit menjadi profesional dan percaya diri dalam menjalankan tugas maritim dengan segala jenis KRI yang dimilikinya.

Peluncuran fasilitas pelatihan ini diawali dengan Laporan Pelaksanaan Pembangunan Gedung oleh Kadisfaslanal dan Laporan Pengendalian Kerusakan Meteksan (DCSIM) oleh Kadissenlekal. Pada kesempatan tersebut dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan lokasi oleh Bapak Kasal dengan penandatanganan pembuatan dan pemotongan kain.

Fasilitas ini merupakan fasilitas utama untuk melatih dan mempersiapkan personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menghadapi keadaan darurat di laut. Simulator ini dapat mensimulasikan berbagai lingkungan laut seperti cuaca buruk, gelombang tinggi, dan kondisi cuaca lain yang mungkin dihadapi kapal, sehingga melatih personel dalam kondisi realistis.

“Simulator pengendalian kerusakan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI AL dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan guna mewujudkan TNI AL yang profesional, modern, dan tangguh,” pungkas Kasal.

Pak Kasal dan sejumlah perwira senior TNI Angkatan Laut juga diberi kesempatan meninjau lokasi tersebut, sekaligus menjadi saksi dalam latihan pencegahan kebocoran kapal.

Simulator pengendalian kerusakan yang diluncurkan ini merupakan fasilitas latihan TNI Angkatan Laut yang dibangun di atas lahan seluas 2.052 meter, berbentuk gedung 4 lantai. Pembangunan fasilitas ini dimulai pada November 2022 dan akan selesai pada Desember 2023.

Dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia, proses pelatihan sangat diperlukan agar seseorang mempunyai pemahaman, pengertian dan mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan tugasnya. Latihan penyelamatan kapal, pengendalian kebakaran dan kebocoran serta bahaya nuklir, biologi, dan kimia (Nubika) merupakan latihan yang termasuk dalam kategori risiko tinggi, sehingga diperlukan suatu simulator yang mendekati keadaan sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.